Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Peringatan ini sudah banyak sekali saya dengar semasa saya hidup di dunia ini. Ya, sampai saat ini saya masih hidup dan akan terus mengatakan kepada kalian semua yang membaca omong kosong ini bahwa kita harus selalu rajin membuang sampah-sampah pada tempatnya agar dunia ini tidak kotor, walau masih kotor, sih.

Paling tidak bisa mengurangi sedikit sekitar 0,01% sampah yang ada di muka Bumi ini yang bulat dan berwarna biru.

Membuang sampah itu mudah sekali, sob. Bahkan anak kecil kalau sudah diajari akan membuang sampah pada tempatnya, tapi kalau sudah gede seperti kita ini akan malas sekali karena seperti yang kita tahu. Kita sedang malas membuang sampah dan malah hanya membuang sampah sembarangan di dekat wajah kita dan tempat duduk kita yang nyaman ini sambil terus menatap layar ponsel untuk melihat status atau postingan sampah teman kita yang tiada habisnya.

Oke, jadi yang ingin saya katakan adalah bahwa kita harus rajin membuang sampah pada tempatnya agar kebersihan kita tetap terjaga walau masih ada banyak sekali kotoran yang ada di sekitar kita ini, sob. Banyak sekali sampai membuat saya muak memikirkannya.

Oh, iya; jangan lupa lihat postingan bukan sampah saya di akun Instagram saya dengan memasukan username ini pada kolom pencarian kesukaaan kalian kalau membuka aplikasi Instagram menggunakan kuota internet yang super-super cepat itu. Ini dia nama pengguna Instagram kecil saya yang belum ada satu pun pengikut padahal saya memposting sesuatu yang bukan, ehem, sampah?

Username: @supersigit

Sigit-O siap akan membuat kalian semua memakan sayuran yang menyehatkan bagi otak kita dan tentu saja tubuh kita akan bisa berpikir jernih dan tidak bolak-balik ke toilet hanya untuk berak dari banyaknya kotoran yang kalian makan di internet dan tentu saja di kehidupan nyata ini.

Kampret memang!

Saya adalah superhero di dunia internet yang akan membantu menyelamtkan dunia ini bersama dengan Si Panda Nyinyir dalam mengatakan hal-hal yang tak mengenakan di telinga dan di benak kita, tapi kita sangat-sangat-amat membutuhkannya, dan membutuhkannya sekali seperti pencandu narkoba.

Oke, jadi pembahasan mengenai sampah ini akan saya teruskan di postingan selanjutnya dan lebih tepatnya mengenai sampah lagi tapi saya tidak tahu kapan, jadi ditunggu saja kalau tidak malas dan kalau mau, oke?

Mantab!

Komentar