Kesempatan Tetap Kesempatan
Walaupun hanya satu persen, itu tetap kesempatan, sob dan sebentar... Kenapa ponsel saya kok, agak macet seperti ini?
Sebentar, sob...
Oke, mari kita lanjutkan; baru saja saya isi ulang ponsel saya karena ternyata karena kalau ponsel saya baterainya sedikit, nanti ponsel saja jadi macet. Tidak penting, dan kita langsung saja membahas yang apa yang ingin kita bahas kali ini.
Yaitu, kesempatan tetap kesempatan walau hanya kecil sekecil tengu dan hanya sekitar 0,01% dan itu adalah kesempatan yang jarang sekali kita ambil dan malah meninggakannya begitu saja.
Jadi, kesempatan yang kamu maksud ini, sob? Baik, akan saya beri tahu tapi kamu jangan lupa membagikan postingan ini ke semua orang yang kamu tahu agar blog saya bisa ramai dikunjungi dan saya bisa mendapatkan penghasilan dari program Adsense dan pada akhirnya saya bisa membeli sebuah buku baru atau beberapa buru baru, mungkin?
Kesempatan yang saya maksud adalah misalnya di sini saya akan mengajak kencan seorang gadis dari China itu yang sangat cantik sekali dan sangat manis, putih kulitnya dan tingginya sekitar kurang lebih sama dengan saya dan sialnya saya yang jelek ini merasa diri ini jelek karena saya baru saja memikirkan sebuah nilai yang amat menyakitkan bagi diri saya sendiri.
Saya akan mengganti nilai saya dan saya akan melakukan upaya apapun yang saya bisa untuk mengajak gadis itu kencan dengan saya walau hanya mungkin kesempatan saya untuk bisa mengajaknya pergi keluar sedikit karena wajah saya tidak terlalu tampan-tampan amat, namun yang namanya kesempatan tetap kesempatan karenanya namanya juga kesempatan.
Dan tanpa banyak bacot lagi saya langsung akan pergi menemuinya di depan wajahnya yang sangat cantik dan langsung akan saya ajak kencan dan lihat apakah yang akan terjadi selanjutnya...
Ternyata memang dia tidak mau pergi keluar dengan saya karena mungkin saya bukan tipenya, tapi paling tidak saya sudah mencoba menggunakan kesempatan yang kecil itu untuk mengajaknya pergi keluar.
Baik, itu menyedihkan sekaligus melegakan karena saya baru saja menggunakan kesempatan kecil saya untuk mengajak seorang gadis China yang sangat cantik itu di jalan dan saya bisa mengajak kencan gadis lain menggunakan wajah yang biasa-biasa saja ini walau hanya kesempatnnya sekitar 0,6%.
Oke, saya sudah banyak ngomong tidak jelas di postingan ini dan saya akan menutupnya dengan satu contoh lagi menggunakan kesempatan walau itu hanya sekecil batu, kerikil, ding. Dan ini dia contoh yang akan saya berikan, versi dunia bisnis dan promosi blog saya ini.
Kemaren saya baru saja mengunduh aplikasi Quora dan saya langsung saja mencari pertanyaan tentang kehidupan yang bisa saya jawab karena memang topik yang saya sukai adalah tentang kehidupan manusia di muka Bumi ini.
Dan tidak sangkah saya baru saja menjawab beberapa pertanyaan saja sudah ada yang melihat banyak sekali dan saya di setiap jawaban menyelipkan tautan blog ini karena siapa tahu ada orang yang mau mengunjungi blog tidak jelas ini dan ternyata terbukti:
Dari 1000 orang yang melihat jawaban saya dan itu hanya sekitar 22 orang yang mengunjungi blog ini dan hanya mengunjungi saja, tidak membaca postingan pertama saya tentang sampah. Sampah memang, maksud saya; saya berkata kotor kepada diri saya, bukan kamu.
Saya rasa orang Indonesia lebih suka menonton video-video di YouTube dan membaca postintan teman-temannya yang ehem; sampah, daripada membaca postingan yang mengedukasi seperti yang saya tulis di postingan pertama di blog ini, sob. Dan saya tidak tahu apakah postingan saya dan postingan ini yang juga postingan saya (kedua) bermanfaat atau tidak untuk kamu baca, kalau ada yang membaca postingan ini, sih.
Cuih, sialan: konten mengedukasi lebih tidak disukai daripada konten-konten yang tidak mengedukasi di luar sana, di sekitar Indonesia, di sekitar daerah saya.
Komentar
Posting Komentar